Wednesday, July 29, 2015

VAGINAL BIRTH AFTER CAESAREAN (VBAC)



Lengkaplah sudah, anak pertama laki dan kedua perempuan, rasanya pengen 'tutup warung' aja deh.
Apalagi setelah merasakan 'nikmatnya' sensasi melahirkan normal, maklum anak pertama sc cito.

"wah? hebat ya bisa melahirkan normal, kok bisa? padahal anak pertama kan sesar?"

itu komentar paling banyak yang saya terima saat sanak saudara dan sahabat berkunjung ke rumah.

Terus terang sejak melahirkan anak pertama dengan proses SC Cito (cesar dadakan) setelah pecah ketuban plus induksi hingga bukaan lengkap namun tetap berakhir di meja operasi (yeah,,, i know.. it was really hurts), belum lagi proses pemulihan yang cukup lama dan menyakitkan. Maka untuk anak kedua ini saya sudah sangat bertekad untuk bisa melahirkan normal.

Dari hasil browsing, googling dan nanya2 dokter, ternyata ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan jika ingin melahirkan normal setelah sc. Diantaranya adalah:
1. ibu dan dokter harus mengetahui adanya resiko robek jahitan
2. berat badan bayi normal dengan posisi kepala di bawah
3. indikasi sc pada kelahiran sebelumnya bukan karena panggul sempit
4. tidak pecah ketuban di awal dan tidak menggunakan induksi untuk kontraksi
5. minggu ke 36 cek ketebalan bekas jahitan pada rahim, minimal 3mm
6. tidak lebih dari 2x sc sebelumnya dan tidak ada bekas luka operasi lain di bagian perut

untuk lebih lengkapnya bisa cek di link http://americanpregnancy.org/labor-and-birth/vbac/ atau masih banyak juga referensi lainnya. 

usahakan untuk memilih tempat bersalin yang memiliki fasiltas sc cito jikalau pada akhirnya harus sc juga.

Sejak awal kehamilan saya kontrol ke dokter A, tapi sejak awal sepertinya beliau lebih mengarahkan untuk sc lagi. Karena saya ga yakin dokter A ini mendukung VBAC maka sejak memasuki minggu ke 36 saya coba cari dokter lain, hasil rekomendasi blog lain yang juga menulis tentang VBAC akhirnya saya coba ke dr.Ridwan di RS KMC (Kemang Medical Care). Begitu saya di periksa langsung USG vaginal untuk memeriksa ketebalan jahitan rahim dan alhamdulillah masih memungkinkan untuk melahirkan normal karena posisi bayi juga normal menghadap ke bawah. Minggu ke 38 saya mulai ada flek kurang lebih selama 1 minggu, tapi tidak disertai dengan kontraksi. Minggu ke 39 flek makin banyak dan saya coba semua cara untuk induksi alami dari mulai makan nanas sampai hubungan suami isteri. Hingga suatu malam saya terpikir makan ramen pedas dan benar saja jam 3 pagi mulai terasa mules, masih tertahan hingga salat subuh dan kontraksi makin rutin. Saya bangunkan suami dan menyempatkan diri untuk masak mie goreng supaya ada tenaga, itu sambil nahan mules2 loh nyalain kompornya. Setelah sampai di rumah sakit ternyata sudah bukaan 5, saya jadi makin semangat, inshaAllah bisa.

Sampai jam 10 pagi sudah bukaan lengkap tapi masih susah sekali keluarnya, ternyata karena bayi menghadap ke atas, seharusnya telungkup. Beberapa alat persalinan mulai dikeluarkan, dokter juga sudah mengisyaratkan kemungkinan sc pada suami, namun suami tidak tega memberitahu saya yang masih kekeuh mau lahiran normal. Setiap kontraksi dan rasa sakit itu datang saya selalu yakin bahwa inilah jalan yang harus saya lalui jika memang ingin melahirkan normal, jadi saya hanya bisa istighfar, mengatur nafas dan mengikuti bimbingan bidan/dokter. Alhamdulillah bidan yang membantu juga ikut semangat membantu memutar kepala bayi setiap kali saya mengejan, akhirnya bayi bisa berputar menghadap bawah dan tidak lama kemudian lahirlah anak kedua kami. Komentar pertama saya setelah lahiran ini Alhamdulillah, udaaaaahhhhh cukuuuupppp 2 anak aja ya papi..... :((

#eh sekarang mulai kepikiran mau nambah anak ketiga atau ga *keplak*

Untuk ibu2 lain yang ingin VBAC, perbanyak referensi/informasi tentang VBAC. Cari dokter yang mendukung VBAC, rumah sakit yang memadai untuk kemungkinan SC, dan banyak2 berdoa agar dilancarkan segala sesuatunya. Pada akhirnya serahkan kepada Allah SWT, kita manusia hanya bisa berdoa dan berusaha.

1 comments:

Santi Anggraeni said...

sama mbak, aku juga setaun lalu melahirkan anak pertama dengan bukaan lengkap udah 10, tanpa induksi, sampe ketuban "dipaksa" dipecah sama dokter,, eh kepala bayi nggak mau turun, akhirnya cesar juga -_-
lengkap ya nikmat kita ;)

Post a Comment